RSS

Water Rescue Training


[INFO KORBAN TENGGELAM]

"It's not only about getting wet. But also to get prepared"

Tahukah kamu? kecelakaan yang mengakibatkan tenggelam sering terjadi di tempat-tempat umum. Kecelakaan di air bisa terjadi saat banjir, di pantai, bahkan di kolam renang sekalipun.

Himpunan Mahasiswa Ekstensi (HME) FKM UI 2017 bersama UPT K3L UI menyelenggarakan GO WET (Water Rescue Training) 2017 untuk menambah pengetahuan dan skillmu dalam menyelamatkan korban di air. 

📆: 21-22 November 2017
⌚: 07.00-16.00
🏫: Ruang Rapat ILRC lantai 2 (Perpustakaan Lama), Danau Salam UI, dan Wisma Makara UI
💰 HTM: 125K (mahasiswa ui)
                Umum : 185k (13-16 nov), 200k (17-19 nov)

Materi apa saja yang akan di dapatkan?
1. Pertolongan Korban di Air
2. Bantuan Hidup dasar
3. Fiksasi dan Imobilisasi
4. Teknik Mengoperasikan Perahu Boat

++ Fasilitas: Seminar Kit, Goodie Bag, Snack, Lunch 2 Hari, Free Tiket Wisma Makara, Sertifikat P3K, Sertifikat Water Rescue

Tunggu apa lagi? 
Yuk daftar disini:
bit.ly/gowet2017

Catat tanggalnya dan jadilah bagian dari pioneer muda yang peduli lingkungan & sesama!


"Those who conduct themselves with mortality, integrity and consistency need not fear the forces of inhumanity and cruelty" - Nelson Mandela


Divisi Sosial Masyarakat
HME FKM UI 2017
Inspiring Movement

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pranata, Kelompok Sosial, dan Interaksi Sosial

PRANATA DAN KELOMPOK SOSIAL
Horton Hunt (1987) mendefinisikan pranata sosial sebagai lembaga sosial, yaitu sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting. Di dalam sebuah pranata sosial akan ditemukan seperangkat nilai dan norma sosial yang berfungsi mengorganir (menata) aktivitas dan hubungan sosial di antara para warga masyarakat dengan suatu prosedur umum sehingga para warga masyarakat dapat melakukan kegiatan atau memenuhi kebutuhan hidup pokok.
Koentjaraningrat (1979) menyatakan bahwa pranata sosial adalah sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakatuntuk berinteraksi menuntut pola –pola atau sistem tatakelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivtas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Kelompok sosial atau “social group” adalah himpunan atua kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka. Hubungan tersebut anata lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.
Koentjaraningrat (1979) mengemukakan tentang fungsi pranata sosial dalam masyarakat yaitu :
  1. Memberi pedoman kepada anggota masyarakat tentang bagaimana bertingkahlaku atau bersikap di dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  2. Menjaga kebutuhan masyarakat (disintegrasi sosial).
  3. Berfungsi untuk memberikan pegangan dalam melakukan pengendalian sosial (social control)
Peran pranata sosial :
  1. Menjaga keutuhan dalam masyarakat
  2. Memberi pedoman pada masyarakat dalam bertingkah laku
  3. Memberi pegangan pada masyarakat untuk menandakan sistem pengendalian sosial
Beberapa persyaratan kelompok sosial yaitu :
  1. Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia adalah bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  2. Ada hubungan timbal-balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain
  3. Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bertambah erat.
  4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku

Tipe-tipe kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut atau dasar kriteria/ukuran:
  1. Besar kecilnya jumlah anggota
  2. Derajat interaksi sosial
  3. Kepentingan dan wilayah
  4. Berlangsungnya suatu kepentingan
  5. Derajat organisasi
  6. Kesadaran akan jenis yang sama, hubungan sosial dan tujuan

INTERAKSI SOSIAL
Pengertian interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto bahwa interaksi sosial adalah proses sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan hubungan sosial.
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation) persaingan (competition dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Gillin dan Gillin pernah mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial yaitu :
  1. Proses asosiatif (processes of association) yang terbagi ke dalam tiga bentuk khusus lagi yaitu akomodasi, asimilasi, dan akulturasi
  2. Proses disosiatif (processes of dissociation) yang mencangkup persaingan, persaingan dengan kontavensi, dan pertentangan atau pertikaian
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
  1. Kerja Sama (Cooperation), adalah suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 
  2. Akomodasi (Accomodation), adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antarindividu dan antarkelompok untuk meredakan pertentangan. 
  3. Asimilasi (Assimilation), adalah proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak dapat merasakan kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. 
  4. Akulturasi (Acculturation), adalah proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima unsur budaya asing tanpa menyebabkan kebribadian budaya sendiri hilang.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
  1. Persaingan (Competition), adalah suatu perjuangan dari berbagai pihak yang lomba-lomba untuk mencapai suatu tujuan yang sama. 
  2. Kontraversi, adalah suatu bentuk proses sosial yang menunjukkan ketidaksenangan atau ketidakpuasan terhadap pihak lain baik secara sembunyi atau terang-terangan.   
  3. Pertentangan/Konflik Sosial, adalah proses sosial antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam jurang pemisah antara mereka.


Faktor-Faktor Interaksi Sosial
  1. Sugesti, adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikut pandangan/pengaruh tanpa dengan berpikir panjang. Contoh sugesti adalah obat impor yang harganya mahal namun karena produk impor dan dianggap manjur dalam menyembuhkan penyakit. Pernyataan tersebut merupakan sugesti dari harga obat yang mahal dan embel-embel produk luar negeri
  2. Imitasi, adalah tindakan atau usaha yang dilakukan untuk meniru tindakan orang lain. Imitasi biasanya tidak dapat disadari dilakukan. Contoh imitasi adalah seorang anak sering meniru kebiasaan-kebiasaan orang tuanya misalnya cara berbicara, berpakaian, dan makan. Namun imitasi dipengaruhi oleh lingkungannya khususnya lingkungan sekolah.
  3. Identifikasi, adalah kecenderungan atau keingingan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Akibat dari identifikasi adalah terjadinya pengaruh yang lebih dalam dari sugesti dan imitasi karena identifikasi dilakukan secara sadar.
  4. Simpati, adalah seseorang yang merasa tertarik pada orang lain. Perasaan simpati dapat disampaikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau lembaga formal pada saat-saat khusus. Contoh dari simpati adalah saat seorang tertimpa musibah. Perasaan simpati biasanya menimbulkan perasaan yang sayang
  5. Motivasi, adalah dorongan yang diberikan kepada seseorang individu kepada individu lainnya. Tujuan motivasi adalah agar orang yang diberi motivasi atau dorongan untuk menuruti dan bersemangat.
Menurut Soerjono Soekanto, bahwa interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa dengan dua syarat antara lain :
  1. Kontak Sosial, adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain dimana kontak sosial merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan saling bereaksi satu dengan yang lain meski tidak bersentuhan fisik.
  2. Komunikasi, adalah adanya kegiatan yang saling menafsirkan perilaku yang meliputi pembicaraan, gerakan fisik,atau sikap dan perasaan-perasaan.

Sumber :
Soekamto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada.
jouleyasha.blogspot.co.id

artikelsiana.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ruang Lingkup Sosiologi & Sistem Sosial

RUANG LINGKUP SOSIOLOGI
Sosiologi merupakan ilmu sosial yang obyeknya adalah masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri karena telah memenuhi segenap unsur-unsur ilmu pengetahuan. Bisa dikatakan juga sosiologi merupakan ilmu tentang perkawanan. Perspektif dalam sosiologi yaitu berfokus utama pada interaksi sosial antara manusia, kelompok, dan lembaga masyarakat.
Ruang lingkup kajian sosiologi antara lain :
a.     Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi distribusi dan sumber-sumber kekayaan alam.
b.     Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian berkaitan dengan apa yang dialami warganya.
c.     Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat.

Ciri-ciri utama Sosiologi yaitu :
a.     Soisologi bersifat empiris yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b.     Sosiologi bersifat teoritis yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat, sehingga menjadi teori.
c.     Soiologi bersifat kumulatif yang berarti bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori lama.
d.     Bersifat non-etis, yakni yang dipersoalkan bukanlah buruk-baiknya faktatertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.

Sifat-sifat hakekat sosiologi :
a.     Disiplin ilmu katagoris
b.     Ilmu murni
c.     Ilmu abstrak
d.     Menghasilkan pengertian/ pola-pola umum
e.     Ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional
f.      Ilmu pengetahuan umum

Sesungguhnya, ruang lingkup kajian sosiologi sebgai ilmu sangatlah luas, mencangkup hampir semua bidang kehidupan masyarakat, baik bidanng ekonomi politik agama, pendidikan, kebudayaan, tentu saja dilihat dari perpektif (asumsi teoritis dan metodologis) sosiologi.


MASYARAKAT SEBAGAI SUATU SISTEM SOSIAL

Obyek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Selo Soemardjan menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.
Sebagai suatu sistem, individu-individu yang terdapat di dalam masyarakat saling berhubungan atau berinteraksi satu sama lain, misalnya dengan melakukan kerjasama guna memenuhi kebutuhan hidup masing-masing
Unsur-unsur di dalam masyarakat masing-masing saling bergantung merupakan satu kestuan fungsi. Adanya mekanisme saling bergantung, saling fungsional, saling mendukung antara berbagai unsur dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain itulah yang disebut sebagai sitem.
Masyarakat sebagai suatu sistem selalu mengalami dinamika yang mengikuti hukum sebab akibat (kausal). Apabila ada perubahan pada salah satu unsur atau aspek, maka unsur yang lain akan menerima konsekuensi atau akibatnya, baik yang positif maupun yang negatif. Oleh karena itu, sosiologi melihat masyarakat atau perubahan masyarakat selalu dalam kerangka sistemik, artinya perubahan yang terjadi di salah satu aspek akan memengaruhi faktor-faktor lain secara menyeluruh dan berjenjang.
Menurut Charles P. Loomis, masyarakat sebagai suatu sistem sosial harus terdiri atas sembilan unsur berikut ini :
  1. Kepercayaan dan Pengetahuan
Unsur ini merupakan unsur yang paling penting dalam sistem sosial, karena perilaku anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui tentang kebenaran, sistem religi, dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta.
  1. Perasaan
Unsur ini merupakan keadaan jiwa manusia yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya, termasuk di dalamnya sesama manusia. Perasaan terbentuk melalui hubungan yang menghasilkan situasi kejiwaan tertentu yang sampai pada tingkat tertentu harus dikuasai agar tidak terjadi ketegangan jiwa yang berlebihan.
  1. Tujuan
Manusia sebagai makhluk sosial dalam setiap tindakannya mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tujuan adalah hasil akhir atas suatu tindakan dan perilaku seseorang yang harus dicapai, baik melalui perubahan maupun dengan cara mempertahankan keadaan yang sudah ada.
  1. Kedudukan (Status) dan Peran ( Role )
Kedudukan (status) adalah posisi seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulan, prestasi, hak, serta kewajibannya. Kedudukan menentukan peran atau apa yang harus diperbuatnya bagi masyarakat sesuai dengan status yang dimilikinya. Jadi peran ( role ) merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sehubungan dengan status yang melekat padanya. Contohnya seorang guru (status) mempunyai peranan untuk membimbing, mengarahkan, dan memberikan atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa-siswanya.

  1. Kaidah atau Norma
Norma adalah pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat atau biasa disebut dengan peraturan sosial. Norma sosial merupakan patokan-patokan tingkah laku yang diwajibkan atau dibenarkan dalam situasi-situasi tertentu dan merupakan unsur paling penting untuk meramalkan tindakan manusia dalam sistem sosial. Norma sosial dipelajari dan dikembangkan melalui sosialisasi, sehingga menjadi pranata-pranata sosial yang menyusun sistem itu sendiri.
  1. Tingkat atau Pangkat
Pangkat berkaitan dengan posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Seseorang dengan pangkat tertentu berarti mempunyai proporsi hak-hak dan kewajiban-kewajiban tertentu pula. Pangkat diperoleh setelah melalui penilaian terhadap perilaku seseorang yang menyangkut pendidikan, pengalaman, keahlian, pengabdian, kesungguhan, dan ketulusan perbuatan yang dilakukannya.
  1. Kekuasaan
Kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk memengaruhi pihak-pihak lain. Apabila seseorang diakui oleh masyarakat sekitarnya, maka itulah yang disebut dengan kekuasaan.
  1. Sanksi
Sanksi adalah suatu bentuk imbalan atau balasan yang diberikan kepada seseorang atas perilakunya. Sanksi dapat berupa hadiah (reward) dan dapat pula berupa hukuman (punishment). Sanksi diberikan atau ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku anggotanya agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
  1. Fasilitas (Sarana)
Fasilitas adalah semua bentuk cara, jalan, metode, dan benda-benda yang digunakan manusia untuk menciptakan tujuan sistem sosial itu sendiri. Dengan demikian fasilitas di sini sama dengan sumber daya material atau kebendaan maupun sumber daya imaterial yang berupa ide atau gagasan.

Sumber :
Soekamto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada
ariefnugrahaha.blogspot.co.id
blog.ub.ac.id


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi Waiving FKM Ekstensi UI 2017

Materi yang diujikan dalam waiving :

1. Biomedik
2. Sosio Antropologi
3. Gizi
4. Promosi Kesehatan
5. Ilmu Biomedik Dasar
6. Dasar Kesehatan Keselamatan Kerja
7. Dasar Demografi

Link Materi Waiving bisa di download disini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi Promosi Kesehatan

Hello Guys..
Alhamdulillah gue sudah resmi menjadi mahasiswa kembali. Dan gue diwajibkan untuk ujian waiving atau pembebasan mata kuliah jika lolos ujian
Kebetulan ujian yang akan gue tempuh salah satunya ujian promosi kesehatan
Mau share aja beberapa materi yang gue dapet dari temen-temen sebagai bahan untuk belajar dan mungkin juga berguna untuk kalian
Gue kasih linknya di bawah ini, silahkan mendownload :)

Materi 1
Materi 2
Materi 3
Materi 4
Materi 5
Materi 6
Materi 7
Materi 8

Semoga bisa membantu :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS